Mengkaji Islam

  • Islam

Sejarah ALLAH

Posted by mengkajiislam pada Maret 15, 2010

Jika kita pelajari Allah dg serius, hal yg penting untuk dipelajari adalah bahwa Allah benar2 punya sejarah yg menarik. Di Arab kuno, beberapa milenium sebelum Muhammad lahir, Allah dipunja oleh kaum Beduin Arab. Orang arab kuno ini menghubungkan Allah dg bulan yg bersinar dg terangnya dipadang gurun yg liar dan luas. Alasan kenapa Allah diperlakukan sebagai dewa bulan tidak sulit utk dimengerti. Kaum Beduin Arab adalah orang nomad. Hidup di tanah gurun yg gersang, keras, kekurangan air dan sungai2 bagi irigasi dan tidak mungkin bisa bertahan hidup dg bertani, Beduin Arab adalah milik masyarakat penggembala.

Suku ini adalah suku anarki yg selalu kelaparan (Rodinson, 2002, hal 17). Kekurangan dalam kehidupan mereka umumnya karena menggembala dan merawat ternak, melakukan perampokan berkala dan menjarah suku2 lain atau karavan liwat. Rodinson menulis bahwa vendetta (aksi balas dendam) Bangsa Arab yg sukar dikendalikan menjadi pilar dari masyarakat Beduin (Rodinson, 2002, hal 14). Kaum Beduin jaman itu juga punya sebuah kehidupan yg berputar tak habis2nya dalam penjarahan dan balas dendam. Perjalanan siang hari hampir tidak mungkin karena panas tak tertahankan dari sinar matahari. Kebanyakan perjalanan dilakukan malam hari, dibawah sinar bulan dan dibawah langit yg penuh bintang2.

Mereka takjub akan keindahan langit malam dg bulan ditengah2 semua keindahan itu. Bagi mereka munculnya bulan yg indah adalah ibarat munculnya raja langit malam. Itu sebabnya orang Arab Beduin itu begitu merasa dekat dg bulan dan fase kemunculannya. Hidup mereka secara harafiah diatur oleh bulan.

Bagi mereka, bulan adalah penyambung hidup mereka. Mereka dasarkan kalendar primitif mereka atas pergerakan bulan; upacara komunal dan religius mereka semuanya diatur sesuai dg posisi dan fase bulan. Tidak heran, bahwa orang2 Arab padang pasir menganggap bulan sebagai dewa tertinggi – Allah Taalaa – Tuhan paling Mutakhir. Profesor Sejarah Arab, Phillip K. Hitti, menulis bahwa pemujaan bulan secara prinsip kebanyakan dilakukan oleh sebuah masyarakat padang rumput, dan pemujaan matahari oleh masyarakat petani (Hitti, 2002, hal 97). Bagi rakyat Arab Beduin, bulan adalah sebuah entiti suci yg mutlak harus disembah dan diucapkan dg kefanatikan yg tinggi. Setelah Muhammad memaksakan, memakai pedang, Islam pada orang2 Arab padang pasir ini, para beduin muslim tetap saja melanjutkan praktek tua mereka, yaitu mengatur hidup mereka berdasarkan bulan.

Bahkan sekarang, kita lihat obsesi orang Arab Beduin akan bulan sangat kuat merata dalam Islam. Islam secara dekat terhubung dengan bulan. Semua ritualnya didasarkan akan penampakan bulan atau kalendar berdasar bulan. Tidak peduli betapa banyak dan sering islam bilang telah menghilangkan pemujaan berhala atau paganisme, tapi tetap saja tidak menyingkirkan hubungan lamanya dg Paganisme dan berhala. Yg benar adalah bahwa Islam tetap dilambangkan dg bulan, khususnya bulan sabit. Lihat dipuncak2 menara mesjid mana saja anda akan melihat bulan sabit, kadang disertai bintang juga. Nanti, akan saya berikan alasan sejarah kenapa bintang juga menjadi lambang dari Islam.

Utk menganalisa lebih jauh, lihatlah lambang dari “Palang Merah” di surga2 islamik. Lambangnya, tentu saja bukan “Palang Merah” atau “Red Cross” “Salib Merah”, tapi sebuah bulan sabit yg menjadi lambang islam, sebuah emblem dewa bulan kaum Pagan Arab yg ada dimana-mana. Bahkan bendera dari banyak negara islam kalau tidak bulan sabit dan bintang, maka bulan sabit saja. Lihatlah bendera nasional dari beberapa negara islam seperti: Aljazair, Pakistan, Azerbaijan, Kazakhstan (bulan penuh), Malaysia, Mauritania, Brunei, Turki, dll. Sedangkan utk penyembahan berhala dan pemujaan batu, tolong diingat bahwa objek paling disucikan umat islam adalah batu Kabah. Batu ini (atau batu2 – karena pecah jadi tiga bagian batu oleh orang islam sendiri, seperti banyak ditulis sejarawan islam.) juga adalah batu yg dipuja oleh kaum Pagan Arab sebelum Islam. Bahkan Muhammad mencium dan memeluk didadanya dg penghormatan yg dalam, Kalifah Umar melakukan hal yg sama dan para muslim diharuskan melakukan ini juga setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Sekarang secara singkat sejarah Allah akan kita tinjau :

Sejarawan percaya bahwa Allah orang Arab aslinya dari Syria. Orang Aramaean tinggal di Syria sekitar 1300 SM. Orang2 syria ini biasa menyembah dg patuh pada beberapa dewa, yg utama diantara dewa2 itu adalah dewa-badai Hadad; dewa-langit Alaha dan dewi Athargatis. Orang Syria mungkin mendapatkan Allah (dalam beberapa bentuk gambar) dari orang2 Sumeria di kota kuno Babylon. Menurut banyak sejarawan, Alaha adalah nama Syria dari Allah (Walker, 2004, hal 20). Bagi mereka Allah adalah seorang dewa Laki-laki, dewa utama, yg punya tiga anak perempuan, Allat, Uzza dan Manat. Orang Nabatea, turunan dari anak pertamanya Ismail disekitar Semenanjung Sinai adalah kaum pertama yg membawa Allah ini ke Arab dari Syria (Walker, 2004, hal 22). Orang2 Nabatea ini kemungkinan menyembah Allah dalam nama lain, seperti : Elh dan Alh. Disamping Allah, orang nabatea juga membawa dewa Hubal dari Syria, sebuah dewa berbentuk patung laki2 yg besar. Hubal ini belakangan ditempatkan didalam Kabah. Hubal adalah yg teresar diantara semua patung didalam maupun disekitar Kabah.

Patung raksasa dari Hubal terbuat dari Agnate merah dg bentuk seorang laki2 yg bertangan buntung. Orang2 Quraish menerima Hubal dalam bentuk ini dari Khuzaymah ibn Mudrikah, seorang mekah yg membawanya dari Syria. Kemudian, orang Quraish membuatkan tangan dari emas. Hubal berdiri didepan Kabah. Kaum Pagan Quraish menganggap Kabah hanya diperuntukan bagi Hubal (Rodinson, 2002, hal 54). Mereka ginakan panah dewa utk menentukan keabsahan dari anak yg baru lahir (Al-Kalbi, 1952, hal 23). Banyak sejarawan percaya bahwa Hubal adalah representasi fisik dari Allah di Kabah. Dimasa mudanya Muhammad menolong menyiapkan upacara2 ritual karena dia sangat rajin melakukan persiapan2 upacara Hubal didalam Kabah (Walker, 2004, hal 42).

Penulis biografi Muhammad, Martin Lings, seorang Katolik yg masuk islam, setuju bahwa Hubal berasal dari Syria (Lings, 1983, hal 5 dan 11). Sejarawan Arab percaya bahwa Hubal yg perkasa sebenarnya adalah variasi kuno lain dari Allah (Walker, 2004, hal 31). Kata Hubal berasal dari kata Semit Hu, yg artinya “Dia” atau “Dia adalah” dg akhiran El, yg tentu saja, adalah nama lain dari Allah. Pendewaan nama Hubal dilakukan oleh Quraish dalam upacara dan ketika meneriakan peperangan utk membangkitkan semangat. Pelahan2, konsep dari Allah tuhan, menyebar keseluruh Arab. Sebuah prasasti ditemukan diselatan arab bertuliskan nama Allah. Allah adalah Hallah dalam Prasasti Safa. Ini lima abad sebelum Islam. Orang2 Arab selalu memanggil Allah disaat2 genting. Allah yg sangat berkuasa ini pelahan menjadi dewa utama suku Quraish. Bahkan Quran memastikan ini dalam ayat2nya 6:109, 6:136, 10:22, 31:22, dan 31:29 (Hitti, 2002, hal. 100–101). Allah dikenal juga dg nama2 lain yaitu: Llu oleh Babylonian dan Assyrian, El oleh Kanaan, Ilah di Arab tengah dan Elohim oleh yahudi (Walker 2004, hal 420).

Nama lain dari Allah adalah Wadd – dewa bulang yg berdiri pada kepala Pantheom Minaean. Allat, Uzza dan Manat adalah tiga anak perempuan dari Allah bagi Wadd ini (Hitti, 2002, hal 97-98).

Versi tambahan dari Allah datang dari Hadramaut di Arab selatan. Disana, Allah dikenal sebagai Sin, dewa bulan. Sebuah kota kuno Arab selatan yg terkenal adalah Saba, dimana Ratu Saba atau Ratu Bilqis memerintah. Orang2 Saba juga memuja Allah. Orang disana memanggil Allah sebagai Almaqah (hitti, 202, hal 60). Dalam Quran kita temukan referensi utk Ratu Saba dalam Surat 27 (an-Naml), dimana kota biblical kuno ini disebut Sheba dan ratu Bilqis disebut sebagai Ratu Sheba. Agama orang Saba berdasar pada sistem planet yg mana menjadikan pemujaan bulan menyebar. Tanpa kecuali, orang Saba memuja Allah sebagai dewa bulan. Tapi, tidak seperti kaum Pagan Arab, mereka tidak punya gambaran jelas akan Allah mereka dan berpikir bahwa Allah tidak berbentuk, dewa laki2 yg berkuasa penuh. Mengenai dewa ini, Benjamin Walker menulis:

Sebuah bayangan akan sebuah dewa yg sulit digambarkan, Allah tidak disajikan dalam gambaran apapun, ataupun sebagai dewa yg menikmati pemujaan populer, seperti dewa dan dewi yg lebih rendah. Untuk membedakannya dari dewa2 lain, dia diberi gelar Allah Taala, “Tuhan Maha Tinggi” (Walker, 2004, hal 42).

Selain Allah dan dewa2 lain, orang Nabatean juga menyembah dua dewa lain (yg mungkin lebih rendah dari Allah), yang bernama ar-Rahman dan ar-Rahim. Baik ar-Rahman dan ar-Rahim, keduanya dipuja dg penuh ketaatan berkaitan dg kehormatan dan martabat. Quran, herannya, tetap memakai nama dua dewa Pagan ini, meski mengklaimb ahwa kedua nama ini dimiliki oleh Allah. Surat Quran yg pertama sekali (Al Fatiha) menyebut dua nama ini. Terlebih lagi dalam Surat 19, Maryam, didominasi oleh nama2 dari dua dewa ini.

Menurut Professor Hitti, Kaum Pagan bangsa Nabatean dari Arab utara yg pertama mengenalkan ar-Rahman dan ar-Rahim,kemungkinan dari Syria selatan. Belakangan dua nama dewa pagan ini mendapatkan tempat dalam sekumpulan dewa2 dikuil Orang Arab Selatan (Hitti, 2002, hal 105). Saingan Muhammad, Maslama (atau Musaylima) berkhotbah dalam nama ar-Rahman, tuhannya orang arab selatan (Rodinson, 2002, hal 67, 119). Ini kemungkinan jadi alasan kenapa Muhammad lalu membuang ar-Rahman dan mengadopsi nama Allah dari kaum Pagan Mekah sebagai satu-satunya Tuhan.

Menurut sejarawan Arab, Petra (Arab utara, dekat Syria, kampung dari orang Nabatean), punya sejenis Kabah dg Dushara (Dusares), objek pemujaan yg berupa batu hitam berbentuk kotak, yg ditaruh ditempat paling terhormat dalam kuil/pantheon (Hitti, 2002 hal 72).

Mengenai Rabbi Yahudi, Muhammad punya versi buatannya juga: Allahnya juga dikenal sebagai ar-Rab – the Lord, the Sustainer, the Supreme: “Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu” (Q 3:51); “Tuhan kami (Rabb) adalah Tuhan (Rabb) langit dan bumi” (Q 18:14); menempati tempat dari Jehovahnya Yahudi (Hughes, 1994, hal 531).

Kaum Beduin Arab menaruh perhatian khusus pada Allah sang rembulan, dewa utama mereka beserta ketiga anak perempuannya, Allat, Uzza dan Manat. Seperti yg telah dianalisa sebelumnya, bulan adalah tema religius yg menjadi pusat dalam masyarakat padang gurun. Kaum Arab Beduin yg buta huruf, selalu lapar dan kurang informasi menghubungkan bulan dg kekuatan, vitalitas, kekuasaan dan segala yg ada hubungannya dg maskulinitas. Dg demikian, bulan (dan Allah) sebenarnya adalah satu tuhan laki-laki (male God); sangat sedikit keraguan akan hal ini (anda akan membaca lebih banyak lagi nanti).

Jadi, bagaimana tentang matahari? Apa matahari punya posisi sebagai dewa dalam masyarakat Pagan? Jawabannya adalah Iya. Kaum Beduin juga memuja dewa matahari. Namanya adalah Baal. Herannya, orang Syrian dan Phoenician juga memuja Baal – tuhan, patung. Dipercaya bahwa Baal dipuja ketika jaman Nabi Elisa (Hughes 1004, hal 35). Mesir mengadopsi Baal sebagai tuhan mereka (atau Allah Matahari). Baal digambarkan sebagai seorang laki2 dg jenggot runcing dan memakai helm bertanduk. Dia adalah dewa perang, langit, badai, fertilitas dan panen. Dalam Quran kita temukan penyebutan Baal ketika nabi Elia memperingatkan kaumnya karena malahan memuja dewa Baal (dewa Matahari), bukannya memuja dewa Rembulan, pencipta sebaik-baiknya “Patutkah kamu menyembah Ba`l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu” [37.125-6]. Sebuah versi lain yg kontradiksi adalah tentang dewa matahari disebutkan bahwa dewa matahari sebenarnya adalah dewi, yg disebut Shams (Rodinson, 2002, hal 23). Anehnya, ada sebuah surat dalam Quran (Surat 91, surat Mekkah) yg berjudul Shams atau matahari. Muhammad jelas2 lebih suka Shams daripada Baal, dewa matahari mesir. Tapi tidak heran, ada juga sebuah surat dalam Quran yg diberi judul Qamar atau bulan (Surat 54, surat Mekkah).

Kenapa Muhammad punya ketidaksukaan bagi dewa Matahari, Baal? Jawabannya cukup sederhana. Matahari adalah sumber prinsipal dari sebuah masyarakat agrikultural/petani. Dg demikian, sangat alami sebuah masyarakat petani mengadopsi dewa matahari, Baal sebagai dewa utamanya. Itu sebabnya, Mesir, yg masyarakatnya agraris mengadopsi Baal. Muhammad, yg berasal dari masyarakat pastoral (padang rumput/gurun), tidak tertarik akan pertanian – jadi, kenapa repot2 memuja Baal? Lagipula, Baal, Allah matahari tidak begitu populer di Arabia nya Muhammad.

Jelaslah, kaum Pagan Mekah lebih akrab dg Allah bulan mereka. Mereka begitu terbiasa dg bulan Allah mereka hingga mereka punya praktek pembagian hasil panen mereka jadi dua bagian, satu utk Allah bulan dan yg satu lagi utk dewa2 lainnya, seperti: Ammanas dinegara Khaulan (Q 6.136) (ibn Ishaq, 2001, hal 37). Hal itu adalah sebuah sistem religius yg sudah menjadi kebiasaan yg dipraktekkan banyak generasi kaum Pagan Arab. Lalu Muhammad mulai berkhotbah, mendesak Kaum Quraish Mekah utk menyembah hanya Allah (monoteisme). Muhammad sekarang punya Allah versinya sendiri, yg oleh kaum Pagan Arab rasa sangat membingungkan dan menyusahkan. Dia mulai menegur mereka karena membagi hasil panen mereka dg dewa2 lain selain Allah, Allah disini maksudnya jenis Allahnya Muhammad. Tapi kaum Quraish mekah cukup toleran. Mereka membiarkan Muhammad bicara apa semau dia. Masalah baru mucnul ketika Muhammad mulai ingin membidik sumber penghasilan utama kaum Quraish, ziarah haji dan turisme yg mana berhubungan dg ziarah ke kuil dewa2 dan dewi2. Kaum Pagan Mekah bahkan punya gambar dari Abraham, Yesus dan maria – dg maksud utk menarik minat turis2 orang kristen dan yahudi. Dijaman Muhammad, menurut Phillip Hitti, sejarawan Arab terkenal, Mekah punya satu koloni Kristen Abyssinian (Hitti, 2002 hal 106).

Dg begitu ziarah ke Mekah – Turisme adalah sumber penghasilan terbesar (ibid, hal 64). Pada awalnya, kaum pagan Mekah tidak ingin merusak secara parah bidang turis dg menciptakan anarki dg para pengikut Muhammad. Meskipun Muhammad berteriak2 pidato dan menyemburkan kata2 marah, mereka tetap membiarkannya. Bahkan sejarawan terkenal al-Tabari mengakui bahwa Muhammad tidak menderita apa-apa dari kaum pagan Mekah. Menurut Tabari, para pengikut Muhammad kebanyakan anak2 muda, ada dari mereka merupakan anak dan adik dari pedagang2 disana. Muhammad Cuma menderita sedikit sekali ditangan kaum Quraish, terlepas dari sedikit kejengkelan. Perlindungan Abu talib (Pamannya Muhammad) telah menyelamatkan Muhammad dari gangguan fisik (tabari, 1988 hal 643).

Alasan utama utk melawan Muhammad adalah berkurangnya keroyalan para peziarah yg pada akhirnya mengurangi keuntungan para pedagang Mekah. Para pedagang ini juga merasa bahwa Muhammad mungkin mengancam para pengatur politis dalam urusan2 Mekah. Kaum Quraish terutama sekali tidak bermusuhan dg Muhammad sampai ketika Muhammad menyebut2 tentang patung pujaan mereka. Khususnya, penolakan Muhammad terhadap Allat, salah satu anak perempuan dari Allah, mempengaruhi bisnis dari para pedagang Taif (ibid, hal 6.42, 43).

Allah tinggal di gua-gua pada jamannya Musa

Jadi, dimana tepatnya Allah tinggal sebelum Dia mengirim Muhammad ke Mekkah? Karena Jazirah Arab khususnya dan Timur Tengah umumnya adalah pegunungan, kita harusnya tidak heran jika Allah suka pegunungan, khususnya pegunungan didaerah Arab dan sekitarnya. Ngga heran juga kita temukan banyak ayat2 dalam Quan yg bilang bahwa Allah nya Muhammad benar2 tinggal didalam gua, sebelum Muhammad lahir. Ini adalah beberapa ayat dari Quran. Q 27.8, Q 28.44.

Allah adalah perusak suatu negara; dia suka tinggal dalam kota2

Allah selalu tertarik akan kota2 besar seperti Mekah. Dia sedikit sekali peduli akan daerah pedesaan atau pinggiran kota. Tak satupun dalam Quran kita dapatkan contoh2 bahwa Dia peduli dg orang pinggiran. Ini sepenuhnya dapat dimengerti jika kita sadar bahwa Allah sebenarnya bertempat tinggal disebuah kota metropolitan seperti Mekah. Ini adalah kota kelahiran Muhammad, teman terdekat dan pejuang Allah. Tentu saja, Allah tidak akan pernah berpisah dari lokasi ini. Kepentingan Allah akan kota2 besar tidak pernah berakhir. Kadang Dia suka menghancurkan dan menyelamatkan kota2 besar. Ini adalah beberapa contoh ayat dari Quran yg memberitahukan kita bahwa allah mengirim utusan2nya dan orang2 utk memperingatkan hanya pada kota2.

[28.59] Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kelaliman.

[42.7] Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada umulqura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.

Bahkan saat inipun, ketertarikan Allah akan kota2 besar tetap besar. Itu sebabnya kenapa dia kirim tentara2Nya utk menghancurkan kota2 megapolitan seperti New York, London, Madrid, Istanbul, Delhi, baransi, Dhaka, Cairo, dll utk menyelamatkan para penghuninya dari kesesatan dan agar kota tersebut sepenuhnya jadi kota Islam.

Allah punya saingan– pencipta2 lain ingin bersaing dgNya

Islam mengajarkan bahwa Allah adalah satu2nya pemilik jagat raya (31.26), tidak kikir dan tidak punya saingan. Benar2 hebat, kita baca dalam Quran sebenarnya Allah punya saingan. Dalam ayat 23.14 Allah berkata bahwa dia adalah Pencipta
Yang Paling Baik. Allah menggunakan ayat ini untuk meyakinkan kaum pagan Arab bahwa tidak mungkin akan ada perbandingan antara Allah dan pencipta2 lainnya. Mari kita baca ayat tsb:

[23.14]
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

YUSUFALI: Then We made the sperm into a clot of congealed blood; then of that clot We made a (foetus) lump; then we made out of that lump bones and clothed the bones with flesh; then we developed out of it another creature. So blessed be Allah, the best to create!

PICKTHAL: Then fashioned We the drop a clot, then fashioned We the clot a little lump, then fashioned We the little lump bones, then clothed the bones with flesh, and then produced it as another creation. So blessed be Allah, the Best of creators!

SHAKIR: Then We made the seed a clot, then We made the clot a lump of flesh, then We made (in) the lump of flesh bones, then We clothed the bones with flesh,then We caused it to grow into another creation, so blessed be Allah, the best of the creators.

Saya sertakan tiga terjemahan lain untuk pembaca nilai bahwa keempat2nya mempunyai arti yg sama; yaitu, Allah benar punya saingan.

Ini ayat lain yg memastikan bahwa kita mendapat arti yg benar. Dalam ayat ini Allah menegur pemuja Baal. Ini Cuma karena Baal, Dewa/Allah matahari dari mesir bersaing dengan dewa/allah bulan dari arab.

[37.125]
Patutkah kamu menyembah Ba`l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta.

YUSUFALI:Will ye call upon Baal and forsake the Best of Creators,

PICKTHAL: Will ye cry unto Baal and forsake the Best of creators,

SHAKIR: What! do you call upon Ba’l and forsake the best of the creators,

Allah adalah raja

Muhammad selalu benci raja2 dan penguasa2. Ketika kaum pagan bilang pada Muhammad bahwa Allahnya tidak setangguh Tubba, gelar dari raja Himyarite (Hitti, 2002, hal 60). Muhammad ngamuk. Dia menegaskan bahwa Allahnya jauh lebih tangguh dan berkuasa dari Tubbanya Himyarite, raja Arab selatan. Argumennya adalah bahwa Allahnya bukan saja raja dari segala raja, tapi Allahnya adalah raja dari seluruh jagat raya. Dia bilang Allah adalah Raja dari seluruh kerajaan, Malikul-Mulk (Hughes, 1994 hal 312).

Allah memastikan pengumuman Muhammad ini dg menurunkan secepatnya ayat 67.1. Mari kita baca:

[67.1]
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha
Kuasa atas segala sesuatu,

YUSUFALI: Blessed be He in Whose hands is Dominion; and He over all things hath Power;

Allah itu bujangan

Sejarah singkat dari Allah menunjukkan dg bukti2 tafsir dan prasasti yg cukup bahwa Allah punya pasangan dan anak. Ini adalah Allah bulan versi kaum Arab Beduin yg mereka percaya dg sangat. Tapi Muhammad ingin beda sendiri dari kaum pagan kebanyakan. Jadi dia klaim bahwa Allahnya tidak pernah punya pasangan istri ataupun anak. Intinya, pengakuannya berarti bahwa Allah adalah bujangan abadi.

Mari kita baca ayatnya:

[2.116]
Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.

YUSUFALI:They say: “Allah hath begotten a son”: Glory be to Him.-Nay, to Him belongs all that is in the heavens and on earth:everything renders worship to Him.

Dr Muhammad Taqiuddin al-Hilai dan Dr Muhammad Muhsin Khan, penerjemah Quran berkomentar akan ayat ini dg mengutip hadis dari Sahih Bukhari

Vol 6, Buku 60, No 9:
Diceritakan oleh ibn Abbas:
Nabi berkata, “Allah berkata, ‘Anak Adam berbohong terhadapku meski dia tidak berhak melakukan itu, dan dia menganiayaKu meski dia tidak berhak melakukan itu. Sedang utk kebohongannya terhadapKu, adalah bahwa dia menyatakan bahwa aku tidak dapat menciptakan dia seperti telah kuciptakan sebelumnya; dan utk penganiayaan atasKU, adalah pernyataannya bahwa aku punya keturunan. Tidak! Dimuliakanlah Aku! Aku dijauhkan dari istri atau keturunan.”

Hadits ini memastikan klaim Muhammad bahwa Allah itu bujangan, tidak punya istri atau istri2 (karena Allah islam), selir atau anak.

Ini beberapa ayat dari Quran yg berkata bahwa Allahnya Muhammad lebih suka tanpa istri dan anak.

[37.152-4] “Allah beranak”. Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang
berdusta. Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki? Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?

[43.81] Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).

[53.21] Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak)
perempuan?

Allah mengaruniakan anak2 pada Setan tapi tidak bagi diriNya sendiri

Meski Allahnya Muhammad lebih suka jadi bujangan, Dia tidak punya rasa sesal telah memberi musuh bebuyutannya dg anak yang banyak sekali. Ini adalah ayat dari Quran yg mana menyatakan bahwa Allah mengaruniakan anak pada setan.

Patutkah kamu mengambil dia (Setan) dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku

Allah tidak punya pribadi perempuan lemah, Allah adalah laki-laki

Meskipun Allah itu bujangan, Dia tetap lebih suka anak lelaki – kalau dia harus punya. Allah menganggap anak perempuan itu lemah dan, dg demikian dia tidak mau dihubung-hubungkan dg sesuatu yg melambangkan karakter perempuan. Ini ayat yg bilang Allah tidak akan pernah mau punya anak perempuan.

[43.18] Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran.

The weak personality of females cannot be associated with Allah; Allah does not like daughters…43:18.

Allah punya pertanda dibumi: yaitu Safwa dan Marwa

Ini adalah beberapa ahadits yg berkata bahwa Allah punya lambang (seperti patung berhala).

Para muslim yg pertama dulu enggan berlari antara Safwa dan Marwa seperti kaum pagan lakukan; tapi Allah memerintahkan bahwa Safwa dan Marwa adalah dua tempat suci (2:158).. (Sahih Bukhari 2.26.706,710)

Muhammad ingin meneruskan tradisi kaum pagan, jadi Allah cepat2 menurunkan ayat 2:158 bahwa Safwa dan Marwa adalah dua perlambang Allah. Jadi sekarang oke oke saja berlarian (tawaf) disana .. (Sahih Bukhari)

Ketika Ghassan bertanya pada Muhammad tentang berjalan antara Safwa dan Marwa, Allah buru-buru berkata, “Sesungguhnya al-Safa dan al-Marwa adalah diantara pertanda Allah”.. (Sahih Muslim 7.2927.2928).

Bukan hanya bahwa Sawa dan Marwa, dua bukit di Mekah yg menjadi lambang fisik Allah, tapi bulan dan matahari juga adalah pertanda/lambang dari Allah.

Matahari dan bulan adalah dua pertanda Allah; keduanya tidak bersujud karena meninggalnya seseorang.. (Sahih Bukhari, 4.54.424.426).

Berlari2 antara Safwa dan Marwa, melempar batu ketiang setan adalah utk mengingat Allah (Sunan Abu Dawud 2.10.1883)

Versi online dari Sunan Abu Dawud tidak ada hadits ini. Jadi saya harus mengutip hadits ini dari versi cetakannya Sunan Abu Dawud.

Sunan Abu Dawud, vol II Buku 7 No. 1883:
“Aishah melaporkan Rasul (mpbuh) berkata: Mengelilingi Rumah (kabah), lari antara al-safa dan melempar batu ketiang artinya utk mengingat Allah.”

Allah akan memberi lidah dan mata pada Kabah

Para muslim akan kesulitan mencerna judul diatas. Tapi penelaahan yg teliti akan sumber2 islam otentik menunjukkan rahasia besar – Islam benar2 terperosok sangat dalam pada penyembahan berhala. Seperti ditulis sebelumnya, sekuat apapun Muhammad mencoba, dia tidak akan bisa, menyingkirkan asal ke-Pagan-an nya. Dia percaya batu itu punya nyawa, percaya akan kemampuan bicara dari objek mati dan percaya akan kemampuan sebagian batu (yakni batu Kabah) utk hidup, lengkap dg tangan dan mata.

Akademisi islam paling terkenal, Imam Ghazali (banyak muslim menganggap tulisannya terbaik setelah Quran dan Hadits) menulis bahwa batu hitam (kabah) adalah sebuah permata dari surga. Batu itu akan terangkat dihari Kebangkitan. Dan akan punya mata dan satu lidah yg akan berbicara. Batu itu akan menjadi saksi bagi tiap orang yg menciumnya dan batu itu mengatakan kebenaran (Ghazali, 1993, hal 1.190).

Sebuah hadits dari ibn Majah memastikan klaim Ghazali.

Kabah akan mempunyai mata Allah. (ibn Majah, 4.2944).

Harap dicatat bahwa Sunan ibn Majah tidak tersedia versi online nya. Saya mengutip dari buku haditsnya.

Sunan Ibn Majah, vol IV, no.2944
Sa’d b. Jubair (abpwh) dilaporkan berkata, “Kudengar ibn Abbas (abpwh) berkata bahwa rasul allah (pababuh) berkata, “Batu ini harus datang dihari kebangkitan dan akan mempunyai dua mata utk melihat dan satu lidah utk bicara menjadi saksi bagi mereka yg memperlakukannya dg kebenaran (Islam).

Bukan saja Muhammad seorang yg percaya akan kekuatan supranatural yg bisa memberikan kehidupan pada batu Kabah, dia juga mengatakan bahwa dg menyentuh batu kabah sama dg menyentuh tangan Allah. Dan utk memastikan bahwa apa yg dia katakan itu kebenaran belaka, dia mencium batu Kabah.

Ini dua buah hadits dari Sunan ibn Majah

Tolong catat bahwa hadits ini cukup panjang. Saya hanya mengutip yg relevan saja. Pembaca yg tertarik membaca keseluruhannya bisa memaca dari bibliography.

Menyentuh Kabah adalah menyentuh tangan Allah (ibn Majah, 4.2957)

Sunan ibn Majah, Vol IV, no.2957
Ini adalah hadits diceritakan oleh ibn Hisham
..ketika kami sampai Rukn Aswad (batu hitam) dia berkata, “O Abu Muhammad, “Perintah apa yg kau ingin sampaikan mengenai batu hitam ini ?” Ata’ berkata: Abu Huraira (abpwh) bilang padaku bahwa dia dengar Rasul Allah (paboabuh) berkata, “Dia yg menyentuhnya sama seperti menyentuh tangan Allah yg maha pemuarah.”…

Ini hadits lain dari ibn Majah

Muhammad mengusap dan memeluk batu Kabah. (ibn Majah, 4.2962).

Sunan ibn Majah, Vol IV, no.2962
Umar b. Shu’aib (abpwh) melaporkan ayahnya pernah berkata atas wewenang kakeknya, “aku melakukan tawaf bersamaan dg ‘Abdullah b. Amir (abpwh): ketika kami menyelesaikan tujuh putaran (mengelilingi kabah), kami mendirikan sholat dua rokaat dibelakang Kabah. Kataku, “Tidakkah kita mencari perlindungan Allah dari api neraka?” Dia menjawab, “Aku mencari perlindungan Allah dari api neraka.” Dia (yg menceritakan) berkata, “Lalu kami mendekati dan mengusap batu hitam. Lalu dia berdiri diantara batu hitam dan gerbang kabah dan menekankan dada, tangan dan pipi pada batu tsb. Lalu berkata, “Kulihat rasul Allah (paboabuh) melakukan itu.”

Hadits2 yg sama ditemukan dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Para pembaca dipersilahkan melihat versi online dari hadits berikut:

Umar mencium batu kabah karena Muhammad melakukan hal itu juga (Sahih Bukhari 2.26.667, 675, 679, 680).

Muhammad mencium sudut dari batu hitam Kabah (Sahih Bukhari, 2.26.673)

Muhammad mencium batu hitam di Mekah; latar belakang bagi 2:199.. ‘bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah)’ (sahih Muslim 7.2806,2807)

Muhammad menyentuh sudut kabah dan lalu mencium tangannya (Sahih Muslim 7.2910)

Umar mencium batu hitam Kabah karena Muhammad melakukan itu (Sahih Muslim, 7.2912, 2913, 2914, 2915)

Kedengarannya mengherankan, bahkan saat inipun, objek yg paling dipuja dalam islam adalah sepotong batu – batu Kabah. Muslim2 taat berpaling kearah mekah tiap hari – lima kali, utk memuja – dalam nama Allah. Ini persis seperti yg dilakukan kaum Berhala/Pagan Arab dulu – memuja batu2 dan patung2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: