Mengkaji Islam

  • Islam

Penyebaran Islam lewat Pedang

Posted by mengkajiislam pada Maret 15, 2010

Qur’an 7:4
Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.

Ayat di atas menjelaskan betapa dahsyatnya penyebaran Islam melalui kekerasan dengan kilatan pedang yang haus darah. Silahkan dipelajari, jika ada sumber yang lebih lengkap, akan kami respon. Untuk detail historis periode sejarah dalam Islam, silahkan klik Sejarah Islam


http://www.derafsh-kaviyani.com/

Penyerangan Brutal Pasukan Arab Muslim di Timur Tengah, Afrika Selatan, Persia

“The Rightly Guided Caliphs” oleh Dr. Abu Zayd Shalabi
Dr. Abu Zayd Shalabi adalah ahli Islam lulusan Universitas Islam paling terkemuka di dunia: Al Azhar di Kairo, Mesir. Dr. Abu Zayd Shalabi membahas perang2 Islam yang dilakukan oleh keempat Kalifah yang menggantikan Muhammad.

Penyerangan Atas Syria

Di halaman 35-38, Dr. Abu Zayd menulis:
“Muhammad telah mempersiapkan sepasukan tentara untuk menyerang daerah perbatasan Syria. Ketika Muhammad mati, Kalifah Abu Bakr mengirim sepasukan tentara dipimpin oleh Usama Ibn Zayd dan ‘Umar Ibn al-Khattab. Tentara bergerak menuju daerah selatan Palestina dan menyerang sebagian daerah itu, membuat penduduknya ketakutan dan merampas barang2 jarahan.”

Penyerangan Atas Persia
Di awal halaman 70, Dr. Abu Zayd membahas tentang daerah2 taklukkan Islam dan menyiratkan bahwa di tahun 12 Hajira, Kalifah Abu Bakr memerintahkan Khalid Ibn al-Walid untuk menyerang daerah Persia dan menduduki daerah2 strategis dekat Irak. Khalid berangkat dengan tentaranya ke sana. Sebelum dia mulai perang, dia mengirim pesan Islam yang terkenal kepada Hermez, salah satu Jendral Irak. Pesannya adalah, “Terima Islam, atau bayar pajak Jizya, atau perang.” Jendral Hermez menolak kedua pilihan pertama dan memilih perang. Tentara Persia dikalahkan dalam pertempuran ini dan Khalid merampas jarahan perang dan mengirim Abu Bakr seperlima jarahan perang, sesuai dengan tradisi mereka sejak jaman Muhammad. Seperlima jarahan perang milik Awloh dan Muhammad.

Abu Bakr menganugerahkan mahkota Hermex yang bertahtakan batu permata kepada Khalid. Dr. Abu Zayd menulis bahwa nilai batu2 permata itu sama dengan 100.000 Dirham (hal. 73) (1 Dirham = 11 US$, jadi harga mahkota Hermez adalah 1.100.000 US$)

Setelah itu penyerangan2 lain terus dilanjutkan terhadap negara2 yang tidak mampu menandingi kekuatan militer Islam. Dr. Abu Zayd menulis bahwa di Perang Alees yang terjadi di perbatasan Irak, Khalid membunuh 70.000 orang! Dia begitu brutal dalam usaha penyerangannya sehingga sungai di medan pertempuran jadi merah darah. (hal. 75).

Di hal. 77, Dr. Abu Zayd menyebutkan negara lain yang menyerah kepada Khalid. Khalid memerintahkan mereka membayar 190.000 Dirham. Ketika dia menyerang Ayn al-Tamr di Iraq, masyarakat daerah itu berlindung di dalam sebuah benteng. Khalid mengepung benteng dan memaksa mereka ke luar. Dia membunuh semua orang tanpa ampun. Masyarakat itu tidak berbuat apapun yang menyerang dirinya atau Islam. Satu2nya dosa mereka adalah menolak Islam dan tidak mengakui Muhammad sebagai Rasul Awloh. Tentara Muslim merampasi semua yang bisa mereka ambil di dalam benteng termasuk 40 anak muda yang sedang belajar Injil. Khalid menangkap mereka dan membagi-bagikannya diantara tentara Muslim. (lihat hal. 81).

Di hal. 134, Abu Zayd mengisahkan bahwa Khalid mengepung kota lain yang bernama Qinnasrin yang merupakan daerah kekuasaan Kekaisaran Byzantium. Masyarakat kota sedemikian takutnya akan Khalid sehingga mereka menyembunyikan diri darinya. Khalid mengirim pesan berbunyi: [color=brown]“Meskipun kau bersembunyi di dalam awan sekalipun, Tuhan akan mengangkat kami semua untuk menghadapimu atau Dia akan menurunkan kalian semua untuk menghadapi kami.” Masyarakat kota meminta perjanjian damai, tapi Khalid menolak dan membunuh mereka semua. Dia lalu menghancurkan kota itu. [/color]
Ini adalah kata2 yang ditulis Dr. Abu Zayd yang dikutip persis dari bukunya.

Penyerangan Atas Damaskus
Di halaman2 131 dan 132 dari buku yang “The Rightly Guided Caliphs,” penulis menyatakan:
“Abu Ubayda bergerak menuju Damaskus dan mengepung kota itu selama 70 hari. Dia memotong semua jalur suplai dan masyarakat dalam benteng memohon pertolongan dan bantuan. Lalu Khalid menyerang kota itu dan membunuh ribuan orang. Mereka meminta perjanjian damai. Abu ‘Ubayda menyerahkan kekuasaan Damaskus kepada Yazid dan memerintahkannya untuk menyerang kota2 tetangga. Yazid lalu menyerang Sidon, Beirut dan kota2 lainnya.”

Penyerangan Atas Jerusalem
Di halaman2 136 dan 137, tertulis tentang penyerangan yang dilakukan ‘Umru Ibn al-‘as atas Jerusalem. Dia mengepung kota itu selama 4 bulan. Akhirnya masyarakat Kristen kota Yerusalem setuju untuk membayar pajak Jizya dan menyerah kepada Kalifah ‘Umar ibn al-Khattab. ‘Umar pergi ke Yerusalem dan meletakan batu fondasi untuk mendirikan mesjid. Dengan ini, lengkaplah sudah penaklukkan atas Syria. Tak lama kemudian terjadi wabah penyakit dan banyak jendral2 penting Islam yang mati, termasuk diantaranya adalah Abu Ubayda, Yazid dan Sharahbil.

Penyerangan Atas Mesir yang Kaya Raya
Di halaman 141 dan 142, penulis mengisahkan penyerangan dan pendudukan atas Mesir. Satu dari beberapa alasan penyerangan yang dikemukakan oleh ‘Umru Ibn al-‘As oleh Kalifah Umar untuk menyerang Mesir adalah sebagai berikut:
“Mesir kaya raya dan menghasilkan banyak harta benda. Dengan menaklukkan Mesir, Muslim akan mempunyai kedudukan yang lebih kokoh di Syria dan akan lebih mudah untuk menyerang Afrika dan menyebarkan agama Islam.”

Penting untuk diperhatikan kata2 ‘Umru bahwa “Mesir kaya raya dan menghasilkan banyak harta benda” sebab ini memang sesuai dengan cara Muslim Arab mencari nafkah pada saat itu. Akhirnya Mesir dan Afrika ditaklukkan.

Di halaman 145 dan 146, penulis menyatakan bahwa ‘Umru mengepung Benteng Babylon (bagian selatan Mesir kuno) selama sebulan penuh, dan ini yang dikatakannya kepada Muqawqi, pemimpin Mesir:
“Tidak ada hal yang bertentangan diantara kita berdua kecuali tiga hal:
(1) Terima Islam, menjadi saudara2 kami dan kau boleh memiliki apa yang kau miliki dan kau melakukan apa yang menjadi kewajibanmu (dalam hal ini mereka harus bayar zakat)
(2) Jika kau menolak, kau harus bayar pajak Jizya dengan hinaan kepada kekuasaan Islam
(3) Perang

Pihak Mesir berusaha untuk menawarkan persetujuan lain, tapi ditolak. Akhirnya setelah mereka berperang, pihak Mesir menerima tawaran kedua, yakni membayar pajak Jizya dan tunduk di bawah kekuasaan Islam. Tentara Muslim memasuki Mesir.”

Di Masa Kekuasaan Kalifah ‘ Uthman Ibn ‘Affan
Di halaman 167 dan 168, tertulis sebagai berikut:
“‘Uthman memerintah ‘Abdalla Ibn Abi al-Sarh untuk menyerang Afrika, lalu dia (Abdalla) mengirim Abdalla Ibn al-Zubayr. Mereka membantai ribuan orang termasuk raja mereka yang bernama Jayan dan merampas jarahan perang.”

Penyerangan atas Kekaisaran Byzantium

“Yang Awal dan Yang Akhir,” oleh Ibn Kathir (vol. 7)

“‘Darah Byzantium terasa lebih lezat,” kata Khalid!

Di halaman 10, Ibn Khathir menulis ketika para pemimin Byzantium menolak Islam dan tidak mau bayar Jizya, Khalid berkata kepada mereka:
“Kami adalah orang2 yang minum darah. Kami diberitahu bahwa tiada darah yang lebih lezat dibandingkan darah orang2 Byzantium.”

Kata2 ini cocok bagi orang seperti Khalid, yang adalah kawan dekat dan saudara sedarah Muhammad.

Di halaman 13 kita baca sebagai berikut:
”Gregorius yang adalah salah satu pangeran2 besar di Kekaisaran Byzantium berkata kepada Khalid: “Untuk apa kau memanggil kami?” Khalid menjawabnya: “Agar kau bersaksi tiada Tuhan selain Awloh dan Muhammad adalah utusan dan rasulnya, dan mengakui semua yang Muhammad terima dari Awloh (yakni ibadah haji, puasa di bulan Ramadan, sembahyang, dll).” Gregorius berkata padanya: “Dan jika kami tidak mau menerimanya?” Khalid menjawab, “Maka bayar pajak (Jizya).” Gregorius berkata padanya: “Jika kami tidak mau bayar pajak?” Khalid menjawab: “Maka perang!”

Ibn Kathir mengakui (di hal. 21) bahwa ketika Muslim menaklukkan Damaskus, mereka menyerang gereja St. John dan merubahnya menjadi mesjid terbesar di Damaskus saat ini (Mesjid Umayyad). Di hal. 55, bisa dibaca pula keterangan tentang penyerangan Yerusalem.

Di hal. 123, tertulis:
“Umar Ibn al-Khattab menulis kepada Abdil-Rahman Ibn Rabi’a untuk memerintahkannya menyerang orang2 Turk (Turki).”

Penyerangan Kedua atas Afrika

Di hal. 165 Ibn Kathir menulis sebagai berikut:
“Penyerangan kedua atas Afrika dilakukan karena masyarakat Afrika tidak mentaati perjanjian. Perang ini terjadi di tahun 33 Hajira.”

Tentu saja masyarakat Afrika tidak mentaat perjanjian karena perjanjian itu dipaksakan atas diri mereka dengan ancaman kematian. Meskipun begitu Muslim membunuh ribuan orang Afrika. Di hal. 51, Ibn Khatir menulis:
“‘Uthman Ibn ‘Affan memerintahkan ‘Abdalla Ibn Sa’d untuk menyerang Afrika. (Dia berkata padanya) “Jika kau menaklukkan mereka, ambillah 1/25 dari jarahan perang.” ‘Abdalla Ibn Sa’d bergerak menuju Afrika dengan 20.000 tentara. Dia menaklukkan Afrika dan membunuh banyak orang sampai sisanya menerima Islam dan tunduk di bawah Arab Muslim. ‘Abdalla mengambil bagian jarahan perangnya seperti yang telah ditetapkan ‘Uthman, lalu sisanya dibagi-bagikan (diantara tentaranya).”

Sungguh malang nasib orang2 Afrika! Mereka diserang oleh Arab yang membunuh ribuan masyarakatnya, merampas dan membagi-bagi harta benda mereka dan memaksa sisa penduduknya yang masih hidup untuk memeluk Islam. Ketika mereka tidak mau tunduk di bawah perjanjian dengan Muslim, maka Muslim menyerang mereka lagi. Tapi apakah hanya orang2 hitam Afrika saja yang bernasib malang? Bagaimana dengan masyarakat Yordania, Palestina, Syria, Irak, Iran, Mesir, Libia, seluruh suku2 Arabia, Spanyol, dan bahkan China, India, Siprus, dan Kurdi yang semuanya diserang Arab Muslim? Semua bangsa2 malang ini menjadi korban Hukum Islam yang tidak mengindahkan hak2 azasi manusia dan tidak memperbolehkan mereka merdeka (dari Islam).

Penyerangan Atas Siprus dan Kurdi

Ibn Kathir menulis bahwa di tahun 28 Hajira, Siprus berhasil ditaklukkan setelah ‘Abdulla Ibn al-Zubayr membunuhi banyak orang – biasa lah. Ibn Khaldun juga menerangkan kisah penaklukkan masyarakat Kurdi. Di hal 124 vol. II, dia menulis:

“Muslim bertemu beberapa orang Kurdi. Mereka meminta orang2 Kurdi memeluk Islam atau bayar pajak Jizya. Ketika mereka menolak, tentara Muslim membunuhi mereka, menawan kaum wanita dan anak2nya, dan membagi harta benda mereka.”

Kesimpulan singkat yang ditulis Taqiy al-Din al-Nabahani di bukunya yang berjudul “The Islamic State” (hal. 121 dan 122) tentang sejarah penyerangan Islam terhadap negara2 damai di sekitar Arab:

”Muhammad memulai mengirimkan tentaranya ke perbatasan2 Syria dan menyerang kota2 Mu’ta dan Tabuk. Setelah itu para Kalifah besar menggantikannya dan penaklukkan daerah sekitar terus berlangsung. Orang2 Muslim Arab menaklukkan Irak, Persia, Syria yang beragama Kristen dan daerah itu dihuni masyarakat Syria, Armenia, Yahudi dan Byzantium. Lalu Mesir dan Afrika Utara ditaklukkan. Ketika bani Umayya menggantikan para Kalifah, mereka menaklukkan Sind, Khawarizm dan Samarqand. Mereka membuat semua daerah itu menjadi negara Islam.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: