Mengkaji Islam

  • Islam

Apakah Islam Agama Damai ?

Posted by mengkajiislam pada Maret 14, 2010

Golongan muslim (penganut agama Islam) moderat kerap mengatakan jika Islam adalah agama damai. Mari kita kaji. Kesimpulan dari artikel ini, sepenuhnya terserah pembaca.

Quran memerintah Muslim agar membunuh orang yang tidak percaya pada Islam di mana mereka ditemui (Q. 2:191), bunuh mereka dan perlakukan mereka secara kasar (Q. 9:123), basmi mereka (Q. 9:5), lawan mereka (Q. 8:65), kalau mereka Kristen dan Yahudi maka permalukan mereka dan jatuhkan pajak (jizyah) kepada mereka (Q. 9:29). Quran mencabut kebebasan berkeyakinan manusia dan menyatakan dengan jelas bahwa ‘tidak ada agama lain yang diterima kecuali Islam’ (Q. 3:85). Islam menyatakan orang yang tak percaya dengan Quran agar dipermalukan dan dikenakan pajak (Jizyah) (Q. 9:29).

Islam menyatakan orang yang tak percaya kpd Quran akan pergi ke neraka (Q. 5:10), menyebut mereka najis (kotor, tidak boleh disentuh, tidak murni) (Q. 9:28). Islam memerintahkan pengikutnya untuk melawan kafir (mereka yang tidak percaya kpd Islam) sampai tidak ada agama lain selain Islam (Q. 2:193). Islam mengatakan orang tak percaya akan masuk neraka dan meminum air mendidih (Q. 14:17). Islam memerintah muslim untuk menyembelih atau mengorbankan atau potong tangan dan kaki orang tidak percaya, mereka akan diusir dari tanah Islam secara tidak terhormat dan mereka akan mendapat hukuman yang berat setelah meninggal(Q. 5:34).

Bagi yang tidak percaya, Islam mengatakan akan dibakar, dan untuk mereka akan dituangkan air panas ke kepala mereka sehingga apa yang ada di dalam tempurung dan kulit akan meleleh dan mereka akan dihukum dengan gancu besi (Q. 22:9). Quran melarang muslim berteman dengan orang yang tidak percaya walaupun orang yang tak percaya itu adalah saudara atau bapaknya sendiri (Q. 9:23), (Q. 3:28).

Quran memerintah muslim untuk memukul keras dan melawan kafir dengan rasa percaya diri yang besar (Q.25:52), bersikap kasar terhadap mereka karena mereka adalah penghuni neraka (Q.66:9). Muhammad menghendaki pengikutnya untuk memenggal kepala kafir dan setelah melakukan pembantaian besar-besaran, ikatlah dengan teliti semua tawanan-tawanan yang sisa Q. 47:4).

Tentang kaum wanita, buku Allah ini mengatakan bahwa wanita lebih lemah dan rendah derajatnya dari pria dan suami mereka berhak menghukum mereka secara sadis karena tidak patuh (Q. 2:228). Quran bukan hanya menolak persamaan hak wanita (Q. 4:11-12), Quran juga menganggap wanita adalah makhluk dungu dan kesaksian wanita tidak bisa dibawa ke pengadilan (Q. 2:282).

Ini juga berarti seorang wanita yang diperkosa tidak bisa menuduh pelaku kecuali kalau sang wanita korban pemerkosaan ini bisa mengajukan saksi seorang pria (atau 4 orang pria). Muhammad mengijinkan muslim memiliki 4 istri (atau lebih) dan mengijinkan mereka meniduri pelayan wanita dan sebanyak mungkin budak wanita tawanan yang dimiliki (Q. 4:3). Muhammad sendiri melakukan itu. Itulah sebabnya setiap tentara muslim yang berhasil menduduki bangsa lain (yang disebut kafir) diijinkan memperkosa setiap tawanan perang.

Tentara Pakistan memperkosa 250,000 wanita Bangladesh pada tahun 1971 setelah mereka membantai 3.000.000 warga sipil tidak bersenjata, ketika pemimpin Islam Pakistan menuduh Bangladesh tidak Islami. Ini juga merupakan alasan kenapa penjaga penjara di rejim Islam Iran dapat memperkosa wanita dan membunuh mereka setelah menuduh mereka mengkhianati Islam dan merupakan musuh Allah.

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: