Mengkaji Islam

  • Islam

Sejarah Arab

Posted by mengkajiislam pada Maret 21, 2010

Arabia itu adalah kata singkatan. Kata aslinya yang bahkan masih digunakan saat ini adalah Arbashtan. Asal katanya adalah Arvasthan. Seperti dalam bahasa Sanskrit, huruf “V” diganti jadi huruf “B”. Arva dalam bahasa Sanskrit berarti kuda. Arvasthan berarti tanah kuda, dan kita tahu bahwa Arabia memang terkenal akan kuda2nya.

Di abad ke 6 dan 7 Masehi, gelombang perubahan yang mengakibatkan perpisahan dengan masa lalu melanda Asia Barat. Semua hubungan dengan masa lalu diputuskan, gambar2 masa lalu dimusnahkan, naskah2 dihancurkan, pendidikan dihentikan, dan seluruh daerah Asia Barat terjun bebas menuju kebodohan yang berlangsung berabad-abad kemudian dan mungkin masih terus berlangsung sampai hari ini karena di negara2 Asia Baratlah perkembangan sains dan pendidikan modern terhenti. Dikatakan bahwa almarhum Raja Saudi Arabia tidak bisa mengijinkan berdirinya stasiun radio di ibukota negara sendiri karena ditentang kelompok pemimpin agama. Dia lalu bersiasat. Dikumpulkannya para ulama dan dia lalu diam2 memasang radio yang melantunkan pelafalan Qur’an dari stasiun kecil. Para ulama senang, begitu kabarnya, mendengar kata2 Allah terdengar entah dari mana. Sang Raja lalu bertanya apa yang membuat mereka menentang alat yang menyiarkan firman Allah. Setelah itu para ulama setuju dan dibangunlah sebuah stasiun radio kecil.

Encyclopaedia Britannica dan Encycløpaedia Islamia

Menurut Encyclopaedia Britannica dan Encycløpaedia Islamia, orang Arab pra-Islam tidak mencatat sejarah mereka. TAPI anehnya, mereka dengan yakin menyebut jaman itu sebagai jaman jahiliyah yang penuh nista dan kegelapan. Mungkin tiada satu pun negara di dunia yang terang2an menghapus sejarahnya sendiri selama 2.500 tahun dengan secara sistematis menghancurkan segala yang berhubungan dengan masa lalu. Mereka telah menghapus segala kenangan era sebelum Islam dalam benak mereka. Jika mereka memilih untuk jadi bodoh dan tidak tahu apa2 tentang masa lalu mereka, maka sungguh ironis bahwasanya mereka menuduh jaman sebelum Islam sebagai jaman bodoh dan tidak tahu apa2.

Untungnya, kita masih bisa menelusuri jaman pra-Islam di Arabia. Pepatah terkanal mengatakan bahwa tidak mungkin bisa menghilangkan segala bukti. Sejarah Arab pra-Islam adalah sejarah Ksatria India atas tanah tersebut, di mana masyarakat menganut cara hidup Veda.

Sebagai usaha menyusun kembali sejarah Arabia pra-Islam, kami mulai dengan nama negara itu sendiri. Telah diterangkan sebelumnya bahwa nama negara itu berasal dari bahasa Sanskrit. Pusat ibadah yakni Mekah juga berasal dari bahasa Sanskrit. Kata Makha dalam bahasa Sanskrit berarti api persembahan. Karena penyembahan terhadap Api Veda dilakukan di seluruh daerah Asia Barat di jaman pra-Islam, maka Makha berarti tempat yang memiliki kuil untuk menyembah api.

Ziarah tahunan yang merupakan hari raya ibadah besar di Makha atau Mekah telah berlangsung sejak jaman dahulu kala. Ibadah haji tahun yang dilakukan Muslim ke Mekah bukanlah penemuan baru tapi merupakan lanjutan dari ziarah kuno. Kenyataan ini tertulis di berbagai ensiklopedia.

Vikramaditya

Bukti menunjukkan bahwa seluruh Arabia dulu merupakan bagian kekaisaran Raja besar India Vikramaditya. Luasnya kekaisaran Vikramaditya merupakan salah satu alasan mengapa dia terkenal ke seluruh dunia. Hal ini pulalah yang menerangkan banyaknya hal2 yang menarik yang berhubungan dengan India di Arabia. Ada kemungkinan Vikramaditya sendirilah yang menamakan Jazirah ini dengan nama Arvashtan jika dia adalah raja India pertama yang berhasil mengalahkan dan mempengaruhi daerah tersebut.

Hal kedua yang menarik adalah adanya lingga Shiva atau simbol Mahadewa di Ka’bah di Mekah. Sebelum mengungkapkan banyak rincian tentang ibadah Veda kuno dan nama2 yang masih tercantum dalam ibadah Muslim di Mekah, mari kita lihat bukti yang ada bahwa Arabia dulu merupakan daerah kekuasaan Vikramaditya.

Anthologi Puisi Arab Kuno: SAYAR-UL-OKUL

Di Istanbul, Turki, terdapat perpustakaan terkenal yang bernama Makteb-e-Sultania yg memiliki koleksi literatur terbesar Asia Barat kuno. Dalam bagian bahasa Arab perpustakaan tsb terdapat sebuah antologi sajak2 Arab kuno. Antologi disusun dari karya sebelumnya pd th 1742M atas perintah penguasa Turki, Sultan Salim.

‘Halaman2′ volume tsb terbuat dari HAREER – semacam kain sutera yg khusus utk penulisan kata2. Setiap halaman memiliki pinggir2 yg dihiasi dgn tinta emas. Tradisi menghiasi halaman2 buku suci dgn hiasan tinta emas memang merupakan tradisi kuno Sansekerta yg juga ditemukan di PULAU JAWA.

Antologi itu dikenal sbg SAYAR-UL-OKUL dan terbagi dlm 3 bagian:
1) detail2 biograpis dan komposisi2 syair2 Arab pra-Islam.
2) kesaksian dan syair2 dari masa sejak jaman Muhamad sampai dgn akhir dinasti Bani Ummayyad.
3) penyair2 pada jaman akhir Khalifat Harun-al-Rashid. Catatan : “Bani” berarti “Vani” dan Ummayyad spt Krishnayyad merupakan nama2 Sansekerta.

Abu Amir Abdul Asamai, penyair terkenal di jaman Harun-al-Rashid megnumpulkan dan mengedit antologi tsb.

Edisi modern pertama antologi Sayar-ul-Okul dicetak dan diterbitkan di Berlin th 1864M. Edisi berikutnya terbit di Beirut, 1932. Karya ini adalah yg paling penting dan otoritatif mengenai syair2 Arab kuno. Ini menunjukkan kehidupan sosial, tradisi dan etika serta bentuk2 hiburan di jaman Arab kuno.

Buku ini juga mengandung deskripsi ttg kuil Mekah kuno, kota tsb dan ziarah tahunan yg dikenal sbg OKAJ. Ini saja sudah dapat meyakinkan pembaca bahwa ritual haji tahunan Muslim ke Kaabah hanya merupakan lanjutan dari praktek berhala tua dan bukan sebuah ciptaan baru.

Perayaan OKAJ bukan sebuah karnaval. Kesempatan ini merupakan sebuah forum bagi kaum intelektual dan elit utk membahas isu2 sosial, religius, politikal, literatur dan aspek2 budaya Veda di Arabia jaman itu.

Sayar-ul-Okul menegaskan bahwa kesimpulan2 yg didapatkan pada diskusi2 itu dihormati diseluruh jazirah Arabia. Mekah, oleh karena itu, mengikuti tradisi Varanasi utk menyediakan tempat bagi diskusi2 penting bagi kaum terpelajar sementara rakyat umum berkumpul disana utk mencapai ketenangan spiritual. Kedua kuil utama saat itu adalah Varanasi di India dan Mekah di Arvasthan dan keduanya merupakan kuil Shiva temples. Bahkan sampai detik ini, obyek sentral yg dijadikan pusat perhatian baik di Mekah dan Varanasi adalah emblem2 Mahadeva kuno, yi BATU Shankara (Hajar e Aswad)yg disentuh dan dicium para peziarah Muslim di Kaabah.

Entry of non-Muslim Verboten

Image: Mecca-roadsign.jpg
Tanda larangan bagi non-Muslim utk memasuki Mekah ini mengingatkan kita akan hari2 kuil Kabah diserang dgn tujuan menjadikannya tempat hanya utk agama baru saja, Islam. Tujuannya adalah agar kota itu tidak direbut kembali oleh pemilik asalnya, kaum Hindu.

Para peziarah diminta mencukur rambut dan jenggot dan mengenakan kain putih bersih tidak bernoda dan tanpa jahitan, sebelum memasuki Mekah. Ini merupakan praktek Veda kuno.

Kuil utama di Mekah yg menyimpan emblem Shiva adalah kuil Kaabah yg diselimuti kain hitam. Tradisi ini berasal dari jaman ketika itu dirasakan penting utk menghalangi perenutan kembali Kaabah oleh kaum Hindu. Menurut encyclopaedias Britannica dan Islamia, Kaabah memiliki 360 patung dewa dewi. Menurut kesaksian, salah satu patung dari antara ke 360 yg dihancurkan itu, adalah patung Saturnus, dan satunya lagi adalah patung dewa bulan dan satu lagi adalah patung dewa yg disebut dgn ALLAH !

DI India, praktek puja Navagraha – atau praktek pemujaan 9 planet, dan sampai sekarang masih dipraktekkan. Dua dari ke9 planet tsb adalah Saturnus dan Bulan. Lagipula, bulan selalu diasosiasikan dgn Dewa Shankara. Lambang bulan sabit selalu digambarkan pada dahi lambang Shiva. Karena ketua para dewa di Kaabah adalah Dewa Shiva yi Shankara, bulan sabit itu juga digambarkan padanya. Itulah bulan sabit yg kini diadopsi sbg lambang religius Islam.

Sungai Gangga

Tradisi Hindu lain adalah di mana ada kuil Shiva maka di situ harus ada pula sumber air suci Gangga. Sesuai dengan tradisi ini, sebuah mata air juga terdapa di dekat Kasba. Airnya dianggap suci karena dianggap sebagai air Gangga sejak jaman sebelum Islam. Para peziarah Muslim mendatangi Ka’bah dan mengelilinginya sebanyak 7 kali. Kegiatan mengelilingi 7 kali tidak dilakukan di mesjid lainnya. Umat Hindu juga mengelilingi tempat2 ibadahnya. Ini merupakan bukti lain bahwa Ka’bah memang merupakan kuil Shiva di jaman sebelum Islam di mana cara ibadah Hindu berkeliling ternyata masih dijalankan dengan sangat seksama sampai sekarang.

Allah adalah kata Sansekerta. Dalam bahasa Sansekerta, nama Allah, Akka dan Amba merupakan sinonim. Kata2 ini berarti seorang dewi atau ibu. Kata Allah muncul dalam ucapan2 mantra Sansekerta untuk memuja dewi2 Durga, yakni Bhavani. Kata Islam Allah untuk Tuhan karenanya bukanlah hasil ciptaan sendiri, melainkan nama Sansekerta kuno dan sampai sekarang masih digunakan oleh Islam.

Cara ibadah berkeliling tujuh kali merupakan hal yang sangat penting. Dalam upacara2 perkawinan Hindu, pasangan pengantin pria dan wanita berjalan mengelilingi api suci sebanyak tujuh kali. Upacara keliling Ka’bah tujuh kali sudah jelas berasal dari kebiasaan ibadah Hindu Veda. Ini juga membuktikan bahwa Mekah dulunya bernama Makha atau tempat api suci yang dikelilingi tujuh kali oleh umatnya.

Simposium Puisi Negara-negara Arab

SAYAR-UL-OKUL menyatakan bahwa simposium puisi negara2 Arab diadakan di Mekah setahun sekali di perayaan Okaj di jaman sebelum Islam. Semua penyair2 ulung berpartisipasi dalam perayaan ini. Puisi yang dianggap terbaik akan diberi penghargaan. Puisi2 terbaik akan dipahat di atas piring emas dan digantung di dalam Ka’bah. Puisi2 lainnya dipahat di atas kulit onta atau kambing dan digantung di luar Ka’bah. Jadi selama ribuan tahun, Ka’bah merupakan rumah suci bagi puisi2 terbak Arabia. Tradisi ini mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi. Tapi kebanyakan puisi2 tersebut hilang dan hancur saat Muhammad menyerang Mekah dan menguasai Ka’bah.

SAYAR-UL-OKUL adalah sajak oleh UMAR-BIN-HASSNAM (julukannya: ABBUL-HIQAM yg berarti Bapak Pengetahuan).

Ia adalah PAMAN ‘NABI’ Mohamad. Ia menolak utk masuk Islam dan tewas sbg martir ditangan Muslim2 tulen yg ingin menghabisi non-Muslim. Sajak ini dinilai sbg yg paling bagus dlm acara ziarah tahunan di Kaabah.

QAFA VINAK ZIQRA MIN ULUMIN TAV ASERU KALUBAN AYATTUL HAWA VA TAZAKKARU
A man who has spent all his life in sin and immorality and has wasted away his life in passion and fury,
(Seorang laki2 yg menghabiskan seluruh hidupnya dlm dosa dan imoralitas dan membuang hidupnya demi nafsu dan kemarahan,)

VA TAZAKEROHA AUDAN ELALVADAE LILVARA VALUK YANK ZATULLA HE YOM TAB ASERU
If he repents in the end and wants to return to morality, is there a way for his redemption?
(Jika ia bertobat dan ingin kembali kpd moralitas, adakah pengampunan tersedia baginya ?)

VA AHLOLAHA AZAHU ARMIMAN MAHADEV O MANAZEL ILAMUDDINE MINJUM VA SAYATTARU
Even if only once he sincerely worships Mahadeva, he can attain the highest position in the path of righteousness.
(Bahkan jika hanya sekali ia dgn tulus memuja Mahadewa, ia bisa mencapai posisi tertinggi dlm jalan kebenaran)

VA SAHABI KEYAM FEEM QAMIL HINDE YOMAN VA YAQULOON LATAHAZAN FAINNAK TAVAJARU
Oh Lord! Take away all my life and in return pray grant me even a single day’s stay in Hind (India) as a man becomes spiritually free on reaching that holy land.
(Ya Tuhan! Cabut seluruh nyawa saya dan sbg gantinya, berikan saya satu hari saja utk tinggal di Hind (india) sbg lelaki yg menjadi bebas secara spiritual saat mencapai tanah suci)

MAYASSAYARE AKHALAQAN HASNAN KULLAHUM NAJUMUN AZAAT SUMM GABUL HINDU
By dint of a pilgrimage of Hind a man attains the merit of noble deeds and gets the privilege of pious touch with ideal Hindu teachers.
(Dgn ziarah ke Hind, seorang lelaki bisa mencapai kebijakan utk melakukan tindakan mulia dan mendapat kehormatan menyentuh guru2 Hindu yg mulia)

About these ads

Maaf, form komentar ditutup saat ini.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: